Manusia
terus berkembang dari waktu ke waktu mengikuti arus zaman yang semakin maju,
hal ini disetai pula dengan berkembangnya budaya yang beragam mulai dari
berpakaian sampai dengan bersikap berfikir dan pergaulan pun sudah menampakkan
perbedaan, perubahan yang drastis ini pun akhirnya membuat pondasi moral bangsa
ini pun semakin terkikis.
Lantas
siapakah yang bertanggung jawab atas merosotnya budaya dan moral pemuda bangsa
ini?
Saat
ini peran wanitalah yang harus dipertanyakan, dimana peran mereka saat ini?,
dan bagaimana mereka bertanggung jawab dalam posisi mereka sebagai guru pertama
untuk anak dan generasi mereka, yang kelak akan menjadi penerus bangsa ini,
dalam membangun masyarakat yang bermoral perempuan memiliki peranan yang sangat
penting, namun sering sekali peran perempuan menjadi buah bibir atau
perdebatan, banyak kalangan menilai bahwa perempuan seharusnya mendapatkan
peran yang lebih dalam masyarakat, khususnya dalam pendidikan, karena perempuan
merupakan guru pertama untuk anak anaknya, karena anak anak merupakan bibit
penerus bangsa, namun banyak pula yang memandang bahwa ruanglingkup wanita
hanyalah sebatas dalam rumah tangga saja.
Perempuan
memiliki perannya sendiri yang sangat besar dalam bermasyarakat atau bernegara,
karena tanpanya kehidupan tidak aka berjalan semestinya, karena ia merupakan
pencetak generasi baru, seandainya dunia ini hanya di isi oleh laki laki saja,
tentu kehidupan akan terhenti pada beribu ribu abad yang lalu, oleh karena itu
perempua tidak bisa diremehkan dan diabaikan begitu saja, karena dibalik
keberlangsungan hidup dan semua keberhasilan ada peran wanita disitu.
Dengan
adanya sasaran peningkatan peranan wanita dalam rapelita VI yang menyatakan
tentang meningkatkan taraf pendidikan wanita, dengan demikian wanita pun
memiiki hak yang sama dengan laki laki, yang diharapkan dapat mendukung upaya
mempertinggi harkat dan martabat perempuan, serta semakin kokohnya organisasi
organisasi wanita yang nantinya semakin aktif dalam pembangunan.
Begitu
penting dan besar peran wanita dalam membentuk pondasi budaya yang bermoral
bagi penerus bangsa ini, akan tetapi kenyataan yang ada tidaklah sesuai dengan
realita yang ada, dimana wanita banyak menyalahgunakan kebebasan yang telah
diberikan, kebebasan yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan moral bangsa,
namun malah menjadi boomerang yang menjadikan runtuhnya budaya bangsa ini.
Gaya
hidup bangsa barat menjadika moral bangsa semakin rusak, aturan yang mengikat
wanita baik dari pakaian hingga perilaku telah di substitusi oleh beragamnya
kebebasan yang tak terbatas, hal ini jelas sekali terlihat dahulu para wanita
sangatlah memperhatikan adat dan istiadat yang mereka miliki, dengan
berkembangnya zaman menjadikan mereka lupa dan acuh terhadap adat dan istiadat
dan norma bangsanya sendiri, tidak ada lagi minat mereka untuk mempertahankan
budaya bangsanya apalagi untuk melestarikannya.
Setelah
hal buruk melanda maka kesadaran yang dimilik barulah muncul, misalnya terjadi
tindakan asusila, selain itu minat untuk menjunjung dan mengajarkan norma
semakin luntur, oleh karena itu siapa lagi kalau bukan kita para wanita yag
mengajarkan pentingnya mencintai negeri yang sudah tua ini.






0 comments:
Post a Comment